Jumat, 07 Oktober 2011

Rumus Manual Mengecek Keabsahan Kartu Kredit

Pernahkah anda berpikir dan bertanya bagaimana perusahaan penerbit kartu kredit dan atm menciptakan seluruh account yang tertera pada kartu kredit dan atm ? Apakah semua angka yang tertata tersebut adalah agka acak yang dibuat secara asal-asalan?. Sebenarnya angka yang tersusun tersebut dibuat dengan metodologi matematika. Pembuatan nomor kartu kredit dan pemeriksaan nomor tersebut berdasarkan teori matematika dan tidak dibuat secara asal-asalan. Pembuatan angka tersebut dibuat secara matematis dan sangat menarik jika anda mengerti dan mencobanya.

Sebelum saya menjelaskan bagaimana struktur dari angka-angka kartu kredit dan mendiskusikan bagaimana angka-angka kartu kredit dihasilkan, saya rasa baik untuk mengingatkan semua orang tujuan dari artikel ini. Artikel ini bukanlah untuk mendorong atau membuat orang-orang berpikir tentang bagaimana cara menciptakan angka-angka kartu kredit untuk tujuan yang tidak benar. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan ilmu pengetahuan matematika yang sering kita gunakan dan temui sehari-hari.

Saya tidak berusaha untuk mendorong seseorang untuk menciptakan angka-angka kartu kredit secara sembarangan dengan tujuan untuk melawan hukum.

Seperti anda dapat lihat dari gambar dari kartu MasterCard di atas, 5 angka awal dari nomor kartu kredit dikenal sebagai bank identification number atau nomor identifikasi bank (BIN), digit awal menunjukan jenis jaringan kartu kredit. Biasanya untuk kartu visa berawalan angka 4 dan untuk kartu master berawalan angka 5.

Rahasia Algoritma Luhn, Biasa disebut (Modulus 10) Atau (Mod-10)
Luhn Algorithm adalah rumus penjumlahan yang digunakan oleh para ahli matematik dan sistem verifikasi pembayaran untuk memverifikasi integritas angka-angka kartu kredit riil. Rumus ini digunakan untuk membantu membuat angka-angka secara acak dan mencegah terdapatnya angka-angka kartu kredit yang salah sebelum diterbitkan. Luhn Algorithm tidaklah digunakan untuk membuat nomor kartu kredit secara langsung, tetapi lebih digunakan sebagai rumusan matematis yang sederhana untuk memeriksa angka-angka kartu kredit yang sah dari daftar angka acak yang sudah di buat sebelumnya. Rumusan ini juga berlaku untuk memeriksa nomor kartu debet (atm) juga.

Rumusan Luhn diciptakan dan disimpan sebagai hak paten (sekarang dengan cuma-cuma/bebas) pada tahun 1954 oleh Hans Peter Luhn dari IBM untuk mendeteksi kesalahan kwantitatif yang ditemukan dalam angka-angka yang sudah dibuat sebelumnya. Sejak itu, algoritma Luhn telah digunakan untuk memeriksa atau memverifikasi kebenaran dari urutan angka-angka kartu kredit. Sekarang ini, hampir semua angka-angka kartu kredit yang dikeluarkan dihasilkan dan dibuktikan menggunakan Modulus atau Luhn Algorithm, atau Mod-10 Formula.

Algoritma Luhn hanya mengesahkan 16 digit kartu kredit dan bukan komponen yang lain, misalnya urutan no rekening, apakah nomor kartu kredit tersebut ada atau tidak, apakah tanggal kartu kredit tersebut valid atau sudah expire, dan tidak dapat memeriksa Card Verification Value yang biasanya digunakan (CVV) dan Card Verification Code (CVC), kode tersebut adalah angka-angka yang digunakan untuk membuktikan pemilikan fiisik dari kartu kredit atau kartu debet.

Penerapan Algoritma Luhn sebagai pengesahan dan pembuatan Urutan Nomor Kartu kredit
Bagi mereka yang tidak suka matematika artinya kita sama, saya secara pribadi tidak begitu menyukai matematika, hanya saja matematika adalah salah satu bagian dari akademis mulai dari sd smapi perkuliahan, tetapi jika anda suka visual, pemikiran membingungkan seperti permainan Sudoku, anda akan menyukai Luhn Algorithm dan sangat mudah untuk saya jelaskan.

Pertama, anda harus petakan semua 16 digit yang tertera dari nomor kartu kredit kartu debet. Luhn Algorithm selalu dimulai dari baris sebelah kanan, kemudian bergerak ke digit sebelah kiri berikutnya dan gandakan nilai mulai dari digit yang ke 15 dan selangi 1 digit mulai dari digit ke 15. Sebagai contoh, jika kartu kredit adalah suatu 16 digit kartu kredit Visa, digit yang digandakan nilainya adalah dari digit 15, 13, 11, 9, dan seterusnya sampai semua digit yang berselang 1 telah digandakan nilainya.

Jika digit yang digandakan nilainya dan menjadi nilai yang hasilnya sama dengan 10 atau lebih , kita harus menambahkan hasil digit tersebut. Sebagai contoh, digit 2 ketika digandakan akan menjadi 14, kemudian kita harus menambahkan masing-masing nilai tersebut yaitu 1+4. Demikian juga, misalkan digit 4 ketika digandakan akan menjadi 10, maka kita harus menjumlahkan nilai tersebut yaitu 1 + 0 dan hasilnya menjadi 1.

Sekarang, kita lihat hasil dari urutan yang baru dari perhitungan yang kita buat tadi. Digit yang baru yang nilainya kita gandakan tadi akan menggantikan digit yang sebelumnya. Digit yang tidak kita gandakan nilainya akan tetap sama.

Jumlahkan urutan yang baru. Jika dikombinasikan perhitungan jumlah dapat dibagi oleh sepuluh atau berakhir dengan 0, misalnya 50. Jika tidak habis dibagi 10, maka nomor atau jumlah kartu kredit yang tertera tidaklah sah atau tidak benar (valid).
Tabel perhitungan seperti berikut :

Kita bisa lihat deret angka kartu tersebut adalah sah, karena total penjumlahannya adalah 50, nilai tersebut habis dibagi 10. Semoga bermanfaat.
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post