Jumat, 14 Oktober 2011

Penyakit wanita yang masih jadi misteri

Ketika petenis wanita Venus Williams harus mundur dari turnamen akhir
Agustus lalu akibat sindroma Sjogren, banyak yang kemudian
bertanya-tanya. Penyakit apakah itu dan bagaimana cara mengatasinya?





Penyakit
ini merupakan kondisi autoimun yang umum menyerang wanita di atas 40
tahun. Ada juga beberapa penyakit misterius lainnya yang lebih banyak
diderita wanita. Mau tahu? Ini dia empat diantaranya, seperti dikutip
dari Third Age.

1. Sindrom Sjogren

Gejala
khasnya berupa rasa nyeri, kelelahan, mata dan mulut kering karena
produksi air mata dan air liur menurun. Gejala lain termasuk nyeri
sendi, bengkak, dan kekakuan, ruam kulit dan kulit kering, kekeringan
pada vagina, dan batuk kering.

Sindroma ini merupakan penyakit
autoimun kronis di mana sel-sel darah putih menyerang kelenjar yang
memproduksi kelembaban. Sekitar empat juta warga AS--sebagian besar
wanita mengidap penyakit ini. Belum ada obat untuk mengatasi sindroma
Sjogren, namun gaya hidup sehat dan perawatan medis bisa mengurangi
gejala.

Agar tetap terhidrasi, disarankan minum banyak air
sepanjang hari. Dan bila diperlukan operasi kecil untuk memperbaiki
kelenjar mata.

2. Sindroma MorgellonsPenderita
sindroma Morgellons mengalami gejala bengkak, bilur merah dan biru
muncul pada kulit saat kulit dicakar, digigit atau luka. Penyakit 'bug'
yang diderita sekitar 14.000 orang ditemukan seorang dokter Prancis pada
abad 17. Dan, nama Morgellons, nama terbaru penyakit ini menunjukkan
parasitosis delusional yang bisa saja menyembunyikan adanya gangguan
lain.

Untuk meringankan rasa gatal dan sakit, penderita
disarankan menggunakan krim topikal dan analgesik. Hingga kini, pusat
pengendalian penyakit AS belum menemukan penyebab penyakit ini.



3. Sindroma Aksen AsingOrang dengan sindrom aksen
asing tiba-tiba bercakap-cakap dengan aksen yang sama sekali berbeda
dari sebelumnya. Pada 2002, peneliti di Oxford University menemukan
bahwa penderita memiliki kelainan otak yang menyebabkan perubahan suara,
pengucapan dan perubahan lainnya.

Menurut Journal Neurolinguistics,
pasien sering tidak pernah mendengar aksen yang mereka adopsi. Kasus
pertama yang dikonfirmasi adalah seorang wanita Norwegia yang bangun
dengan aksen Jerman pada tahun 1941. Karena itu pula, dia diasingkan.
Pada Juli 2011, seorang wanita Oregon, Karen Butler, 58, bangun dengan
aksen Inggris setelah operasi kecil pada mulut. Dokter percaya dia
menderita cedera otak ringan atau stroke kecil yang menyebabkan kondisi
tersebut.

4. Sindroma Alice in Wonderland
Nama
penyakit ini diambil dari sebuah film diperankan Lewis Carroll "Alice's
Adventures in Wonderland." Orang yang mengidap penyakit ini melihat
benda yang jauh lebih kecil atau lebih besar dari ukuran sebenarnya.

Istilah medis untuk gejala-gejala ini microphasia dan macrophasia.
Sakit kepala migrain yang disertai persepsi visual kerap diduga sebagai
penyebabnya. Akibat penyakit ini, indra pendengaran, sentuhan, serta
citra tubuh juga dapat terpengaruh.

Sindroma ini biasanya merupakan gejala tumor otak, mononukleosis, atau akibat penggunaan narkoba.(sumber: vivanews.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post