Minggu, 16 Oktober 2011

Mencegah kanker usus dengan jahe



Kanker
usus termasuk jenis kanker yang mematikan. Tapi kini studi menemukan
konsumsi jahe bisa membantu mengurangi kemungkinan risiko terkena kanker
usus.

Para peneliti dari University of Michigan Medical School menuturkan
jahe dapat digunakan sebagai agen pencegahan untuk kanker usus karena
dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker tersebut.


Hasil ini didasarkan pada penelitian yang melibatkan 15 relawan yang
diberi 2 gram suplemen jahe selama 28 hari dan dibandingkan dengan 15
relawan yang diberikan plasebo.

Diketahui relawan yang mengonsumsi suplemen jahe menunjukkan
tanda-tanda peradangan usus yang berkurang, yaitu suatu kondisi yang
sering dikaitkan dengan kanker usus. Hasil studi ini telah
dipublikasikan dalam Cancer Prevention Research, yaitu sebuah jurnal dari American Association for Cancer Research.


“Hal ini akan meningkatkan orang untuk mencegah kanker dengan cara
yang tidak beracun serta meningkatkan kualitas hidupnya dengan biaya
yang efektif,” ujar Suzanna Rick, seorang dokter naturopati, seperti
dikutip dari Telegraph, Jumat (14/10/2011).


Meski begitu Rick menuturkan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut
dalam hal uji klinis untuk mengetahui bagaimana jahe ini bisa
mengurangi risiko kanker serta senyawa apa yang berperan dalam proses
tersebut.


Usus merupakan bagian dari sistem pencernaan manusia yang terdiri
dari usus halus (usus kecil) dan usus besar. Sebagian besar kanker usus
yang berkembang terjadi di usus besar (colon cancer) dan hanya sebagian
kecil saja yang terjadi di usus halus.


Gejala yang muncul dari kanker usus ini adalah perdarahan atau adanya
darah dalam feses, terjadi perubahan kebiasaan buang air besar yang
berlangsung selama 3 minggu atau lebih, penurunan berat badan tanpa
penyebab yang jelas, kelelahan ekstrem dan adanya nyeri atau benjolan di
perut. (Sumber: Detik.com)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post