Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

Foto-foto Spektakuler dari Fenomena Supermoon

Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya akibat kedekatannya dengan Bumi. Bulan akan tampak 7 persen lebih besar dari biasanya. Supermoon sendiri bukanlah istilah dalam astronomi, melainkan dalam astrologi. Kalangan astrolog biasanya mengidentikkan supermoon dengan kekuatan jahat atau bencana. Seorang astrolog bernama Richard Nolle, misalnya, memperkirakan bahwa supermoon kali ini akan menimbulkan bencana gunung berapi dan badai.

Namun yang ditakutkan tidak terjadi, karena yang tampak hanyalah panorama bulan yang begitu menakjubkan seperti pada foto-foto berikut ini.

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com


source
Read More >>

Sabtu, 19 Maret 2011

Mari Bersiap Hadapi Fenomena Supermoon 19-20 Maret

Peristiwa alam yang langka pada malam 19 atau 20 Maret di Indonesia, akan membuat purnama tampak lebih besar. Saat itu, bulan akan terlihat 7 persen lebih gemuk dari biasanya.

Pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin mengatakan, pembesaran bulan itu akan tampak biasa saja jika dilihat dengan kasat mata. Tapi dengan teleskop, perbedaan ukuran bulan itu akan terlihat. "Sekitar 7 persen lebih besar dari purnama biasa," ujarnya, Rabu (16/3).



Fenomena itu akibat bulan yang tengah mencapai puncak purnama sedang dalam jarak terdekatnya dengan bumi. Dalam istilah astrologi, kejadian itu disebut super moon. Kejadian langka itu hanya berulang setiap 18 tahun sekali.

Berdasarkan data astronomi, pada Sabtu, 19 Maret pukul 19.10 GMT atau Ahad, 20 Maret pukul 02.10 WIB, jarak bulan dengan bumi sejauh 356.577 kilometer. Jarak terjauh bulan dengan bumi yang terjadi pada Desember mendatang terentang 364 ribu kilometer. Adapun puncak purnama akan terjadi satu jam sebelumnya, pada 19 Maret pukul 18.11 GMT atau 20 Maret pukul 01.11 WIB.

Selain terkesan seperti membesar, fenomena supermoon perlu diwaspadai karena efek pasang surut laut akan menguat. Nelayan dan warga pesisir diminta berhati-hati karena potensi banjir pasang (rob) diperkirakan bakal lebih besar dari biasanya. Djamaluddin meminta nelayan tidak melaut jika pasang tinggi yang disertai cuaca buruk.

source
Read More >>

Rabu, 16 Maret 2011

Mungkinkah Bulan Super Mampu Mengguncang Cuaca Bumi? Yuk Kita Lihat Jawabannya!

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1306322.jpg

Minggu depan adalah saat yang paling ditunggu astronom amatir. 19 Maret 2011 menjadi titik Bumi paling dekat dengan bulan, sejak 2005.

Peristiwa 19 Maret, sering dikenal dengan nama 'lunar perigee' dan Bulan Super, menjadi saat yang dinanti mengingat bulan berada di garis lurus sepanjang 22.561 mil dari Bumi, jarak terdekat dengan planet ketiga dari Matahari ini.

Media internet telah dibanjiri ilmuwan amatir dengan pola pikir konspirasi yang terus menerus memberi peringatan bahwa Bulan Super akan mengganggu pola iklim bumi serta menyebabkan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi yang membahayakan masyarakat.

Bulan Super pernah terjadi pada 1955, 1974, 1992 dan 2005. Yang menarik, di tahun-tahun tersebut terjadi peristiwa cuaca ekstrim. Di Indonesia misalnya, terjadi tsunami Aceh yang menewaskan ratusan ribu penduduk.

Peristiwa itu bertepatan dua minggu sebelum Bulan Super pada Januari 2005. Selain itu, ada pula peristiwa angin topan ganas Siklon Tracy yang menghancurkan kota Darwin, Australia.

Tapi Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy memandang semua peringatan soal kiamat atau bencana besar dengan skeptis. "Tidak akan ada gempa bumi atau gunung berapi yang meletus kecuali memang itu seharusnya terjadi," katanya.

Bumi hanya mengalami air surut lebih rendah dari biasanya dan air pasang lebih tinggi dari normal pada masa itu, kata Wheeler lagi.

Astronom Australia David Reneke juga tidak setuju dengan teori konspirasi yang beredar di masyarakat, mengingat pihak-pihak itu selalu saja menemukan hubungan antara bencana alam dengan hal yang sifatnya tidak logis.

"Jika Anda mencoba mencari tahu lebih lama, akan muncul kronologis bahwa bencana alam memang berkaitan dengan langit seperti komet, planet lain dan matahari. Namun, tidak serta merta menyalahkan satu fenomena dengan bencana," kata Reneke.

source: http://www.apakabardunia.com/2011/03/mungkinkah-bulan-super-mampu.html
Read More >>

Selasa, 08 Maret 2011

Dalam Sebuah Percobaan Ternyata 25 Galon Air Muncrat dari Permukaan Bulan (Bagaimana Mungkin?)



Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) ke permukaan Bulan belum lama ini. Betapa tidak, meski hanya menghasilkan lubang kecil, tembakan tersebut menyebabkan sekitar 25 galon atau hampir 100 liter air muncrat dari permukaan Bulan dalam bentuk es dan uap air.

"Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan," ujar Anthony Colaprete, ilmuwan NASA saat mengumumkan hal tersebut, Jumat (13/11). Temuan ini semakin meyakinkan para ilmuwan bahwa Bulan makin cocok dijadikan tempat tinggal alternatif bagi manusia.

Kandungan air yang cukup besar akan memudahkan pembangunan fasilitas penelitian di Bulan seperti yang dicita-citakan selama ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum, air juga penting dalam pembuatan bahan bakar roket.

Untuk memperoleh bukti adanya air, NASA harus mengorbankan satelit Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) yang diluncurkan bersama dengan misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada 18 Juni 2009. LRO menempatkan diri di orbit Bulan, sedangkan LCROSS memisahkan diri dan melenting beberapa kali ke orbit Bulan dan Bumi untuk meningkatkan kecepatannya hingga melesat seperti peluru sebelum menumbuk Bulan.

Setelah melakukan perjalanan selama 113 hari dengan menempuh jarak 9 juta kilometer, LCROSS kemudian menghunjam ke permukaan Bulan. Sebelum menabrakkan diri, sebuah roket bernama Centaur lebih dulu dilepaskan untuk menghasilkan efek tabrakan ganda berselang empat menit. Tabrakan yang diarahkan ke sebuah kawah Cabeus dekat kutub selatan Bulan itu menghasilkan muncratan setinggi hampir dua kilometer.

Ini memang bukan kabar pertama penemuan air di Bulan. Pada misi-misi sebelumnya pernah terungkap adanya kemungkinan kandungan hidrogen yang merupakan unsur penting pembentuk air di kawah-kawah Bulan dekat kutubnya dalam bentuk padat. Pada September 2009, sebuah kajian ilmiah juga menyimpulkan bahwa tanah Bulan mengandung elemen air.

sainskompas
Read More >>

Senin, 07 Maret 2011

Taukahkamu; Tanpa Matahari, Bumi dan Mahluk di Dalamnya dapat Bertahan sampai Beberapa Milyar Tahun lagi

Headline

Di luar kepercayaan umum, kehidupan bumi dapat bertahan miliaran tahun tanpa Matahari. Planet tidak membutuhkan bintang untuk menyediakan sumber panas.

Penelitian dari astrofisikawan Dorian Abbot dan Eric Switzer dari University of Chicago menemukan bahwa sumber panas dapat muncul dari proses pemecahan unsur radioaktif di dalam inti planet.

Panas itu mampu menjaga lautan agar tetap cair. Meskipun, kondisi itu hanya terjadi di bawah lembaran es tebal yang menutupi permukaan planet.

Es memang membuat permukaan planet tidak dapat didiami namun di bawah lapisan tersebut, kehidupan laut dapat berkembang dalam waktu tidak tertentu. Ilmuwan menamakan teori ini sebagai steppenwolf karena kehidupan itu seperti kawanan serigala yang berkeliaran di padang galaksi.

Namun, ilmuwan ini menolak berspekulasi soal bentuk kehidupan yang ada di sana meskipun setuju soal ukuran mikroskopik. Penelitian itu berfokus pada rasio planet antara 0,1 hingga 10 kali lebih besar dari bumi dengan fitur serupa.

Mereka mengklaim planet dengan jumlah air setara dengan bumi membutuhkan bobot 3,5 kali lebih besar dari bumi untuk bertahan hidup. Di sisi lain, planet dengan 10 kali jumlah air bumi memiliki bobot sepertiga dari planet manusia ini.

Planet Steppenwolf ini memiliki gunung api yang memancarkan karbon dioksida ke atmosfer. Gas tersebut akan membeku dan jatuh ke planet sebagai salju lalu melapisi dunia dengan selimut es kering.

Fenomena planet tanpa bintang terjadi ketika planet itu keluar dari orbit saat melewati bintang atau planet lain yang menyebabkan gaya gravitasi ekstrem.

inilah
Read More >>

Mengerikan, Badan Antariksa India Temukan Gua Raksasa di Permukaan Bulan



Organisasi peneliti ruang angkasa dari India menemukan gua bawah tanah berukuran besar di dekat ekuator Bulan. Gua raksasa yang ditemukan pesawat luar angkasa Chandrayaan-1 ini memiliki panjang lebih dari 1,7 kilometer dan lebar 120 meter.

Para peneliti India mengutarakan kemungkinan penggunaan gua ini sebagai tempat manusia di masa yang akan datang. Gua tersebut dapat digunakan sebagai tempat perlindungan dari radiasi, tabrakan meteor kecil, debu, dan perubahan temperatur yang ekstrem karena perubahan struktur lava.

Para ilmuwan juga menunjukkan kalau gua itu hanya butuh sedikit konstruksi dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembuatan tameng khusus untuk menghadapi lingkungan bulan.

Temuan ini merupakan temuan gua lainnya di Bulan. Pada tahun 2009, badan antariksa Jepang JAXA mengumumkan temuan lubang di bulan yang cukup besar untuk ditempati manusia. Gua temuan JAZA ini berukuran 65 meter dan memiliki dalam 88 meter.

kompas
Read More >>

Sabtu, 05 Maret 2011

Proses Terjadinya Black Hole

Bintang yg massanya sangat besar


matahari


Pada awal mulanya sebelum bernama Black Hole adalah sebuah bintang yg memiliki massa 5 kali atau ratusan juta kaliukuran Matahari. Sedangkan matahari sendiri merupakan bintang yg ukurannya kecil.

Fakta bintang yg berukuran besar
Bintang yang massanya lebih besar dari matahari umurnya justru lebih pendek, karena lebih cepat menghabiskan bahan bakar hidrogennya. Bintang akan runtuh oleh massanya sendiri apabila keseimbangan hidrostatiknya terganggu. Pada bintang yang sedang dalam tahapan stabil (main sequence), tekanan ke arah luar akibat pelepasan energi akan setara dengan tekanan ke arah dalam akibat gravitasi bintang. Ini disebut keseimbangan hidrostatik. Apabila bahan bakar hidrogen telah habis, maka reaksi termonuklir (yg mengubah hidrogen menjadi helium) akan terhenti.

Dengan demikian pelepasan energi akan terhenti pula. Akibatnya, tekanan ke arah luar berkurang. Akibatnya, seluruh materi bintang tersedot ke arah pusat bintang oleh gravitasi bintang itu sendiri. Ini membuat bintang menjadi tidak stabil. Inti bintang menjadi sangat padat, karena seluruh materinya mengumpul disana. Suatu saat, pusat bintang tidak sanggup lagi menahan tekanan yang terjadi. Mirip seperti balon yang terus menerus ditiup hingga pecah, bintang tsb suatu saat akan meledak menjadi supernova.hari ini www.i-dus.com bertemankan tentang"

Proses Terjadinya Black Hole

1. Sebuah bintang yg berukuran kecil seperti Matahari kita apabila Mati / meledak (Nova) akan berubah menjadi Bintang neutron.

nova


bintang neutron


bintang neutron merupakan bintang yg sangat padat materinya hasil ledakan bintang sebelumnya. bintang neutron berukuran sangat kecil dan hanya berdiameter 20km. namun memiliki masa yg sangat berat.
Bintang neutron hanya terdiri atas Cairan inti (Fluid core) dan Kerak yg padat (Solid Crust).

Neutron Sta


2. Bintang-bintang di alam semesta (jauh lebih besar daripada matahari) tidak akan lenyap dalam periode jutaan tahun seperti massa yang lebih kecil. Bintang-bintang itu baru lenyap bila terjadi ledakan nuklir yang sangat besar. Ledakan yang dikenal sebagai supernova terjadi bila gravitasi bintang menjadi sangat kuat sehingga menghancurkan dirinya sendiri.

supernova


3. Pada beberapa bintang yang memiliki massa yg sangat besar, gravitasinya amat besar sehingga penghancuran terus menerus terjadi, merusak segala sesuatu di dalamnya. Kepadatan benda itu terus meningkat dan memaksa gravitasi terus meningkat pula, sampai tak ada satupun yang bebas dari pengaruhnya, bahkan cahaya sekalipun. Hasilnya adalah “Blackhole” alias Lubang Hitam.

black hole






Apakah bagian inti dari Black Hole ?
bagian tengah / inti dari sebuah Black hole ada bintang yg telah mati dan hanya menyisakan gravitasi yg amat sangat besar yg akan menghisap seluruh benda planet yg ada di sekitarnya. Gravitasi sebuah matahari yg merupakan bintang yg kecil dapat menarik planet untuk mengitarinya, apalagi bintang yg memiliki massa ratusan juta kali matahari.



source:http://niganku.wordpress.com/2011/02/15/proses-terjadinya-black-hole/
Read More >>

Rabu, 02 Maret 2011

Jika Dijual, Bumi Harganya Kira-kira Rp42 Juta Triliun, Paling Mahal dari Semua Planet di Galaksi Bimasakti


Ilmuwan menciptakan rumusan baru mengkalkulasi harga Bumi. Planet ketiga yang mengorbit di Matahari ini paling mahal di alam semesta dengan 3.000 triliun poundsterling (Rp 42 juta triliun).

Astrofisikawan Greg Laughin menghitung harga suatu planet berdasarkan usia, ukuran, suhu, bobot dan statistik vital lainnya. Bumi dianggap sebagai planet termahal.

Mars bernilai 10 ribu poundsterling (Rp140 juta) sedangkan Venus hanya berharga satu sen. Di alam semesta, setidaknya terdapat 1.235 planet meskipun sebagian besar tidak diberi label harga yang tinggi karena iklim ekstrim di sana.

“Saya hanya berpikir konsep planet seperti Bumi yang memiliki zona siap huni memiliki definisi nilai yang samar. Karenanya, saya ingin membuat pengukuran yang menunjukkan apakah planet itu cukup bernilai tinggi sebagai media kehidupan,” kata Laughlin seperti dikutip dari Daily Mail.

Planet ekstrasurya Gilese 581 C yang dianggap sebagai planet paling mirip dengan Bumi berharga 100 poundsterling (Rp1,4 juta) sedangkan planet KOI 326,01 bernilai 150 ribu poundsterling (Rp2,1 miliar).

Semakin tua suatu objek di alam semesta, maka semakin bernilai karena memiliki kesempatan lebih berkembang dan bobot yang cukup. Selain itu, planet yang memiliki ukuran mirip Bumi dianggap bernilai karena berpotensi lebih tinggi untuk mendukung kehidupan.

“Rumusan inti membantu Anda menyadari betapa berharga Bumi dan saya berharap ini membantu kita menjadi masyarakat yang mampu menjaga apa yang kita miliki,” kata Laughlin lagi.

source
Read More >>

Rabu, 23 Februari 2011

Taukahkamu; Setelah di "Sensus" Galaxi BimaSakti Memiliki Lebih dari 50 Milyar Planet

Sejumlah ilmuwan melakukan sensus planet untuk pertama kalinya dan memperkirakan bahwa galaksi Bima Sakti memiliki setidaknya 50 miliar planet.

Dari jumlah itu, setidaknya 500 juta planet memiliki suhu yang tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin, sehingga memungkinkan adanya kehidupan. Demikian seperti dilansir MSNBC, Minggu (20/2/2011).

Angka itu masih merupakan penghitungan awal planet yang dilakukan melalui teleskop Kepler milik NASA. Kepala peneliti William Borucki menjelaskan, itu merupakan jumlah planet yang mereka temui pada tahun pertama penghitungan.

Misi utama sensus ini, selain mendapatkan gambaran berapa banyak planet yang terdapat dalam galaksi Bima Sakti, adalah menemukan planet yang berpotensi untuk dihuni.

Borucki dan rekan-rekannya memperkirakan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dari 200 bintang memiliki planet dalam zona yang bisa dihuni. Itu hanyalah perkiraan minimum, karena bintang biasanya memiliki lebih dari satu planet, sementara Kepler belum mendapatkan gambaran planet-planet yang berada cukup jauh dari bintangnya.

Untuk mendapatkan perkiraan jumlah planet, ilmuwan menggunakan frekuensi planet yang telah mereka observasi dan mengaplikasikannya pada jumlah bintang dalam galaksi. Saat ini, diperkirakan terdapat 300 miliar bintang dalam galaksi Bima Sakti.
Read More >>

Senin, 21 Februari 2011

Misteri Kilatan Cahaya Di Angkasa 400 Tahun Lalu Akhirnya Terpecahkan


Kilatan cahaya terang di langit yang mengejutkan astronom Denmark, Tycho Brahe, lebih dari 400 tahun lalu bukanlah sesuatu yang aneh. Setidaknya setelah tim ilmuwan mengungkap rahasia di balik terjadinya peristiwa yang jarang terlihat kasat mata tersebut.

Sejauh ini, para ilmuwan yakin bahwa cahaya terang tersebut berasal dari ledakan bintang atau supernova. Namun, apa jenis supernova yang menyebabkannya masih menjadi teka-teki alam sampai kini.


Sponsored link




Penelitian terakhir yang dimuat jurnal Nature menyimpulkan bahwa cahaya terang tersebut berasal dari ledakan bintang kembar jenis kerdil putih (white dwarf). Kesimpulan tersebut diperoleh setelah gabungan ilmuwan dari Jerman, Jepang, dan Belanda yang mengamati pantulan cahaya yang dihasilkan setelah bertahun-tahun.

Cerita mengenai peristiwa yang disebut supernova Tycho mulai menyebar pada 11 November 1572. Saat itu Brahe terkejut saat melihat cahaya terang di langit yang diduga sebagai bintang baru yang sangat terang di sekitar rasi bintang Cassiopeia. Namun, cahaya seterang Planet Venus tersebut ternyata hanya bertahan selama dua minggu dan hilang sepenuhnya setelah 16 bulan kemudian.

Karena belum ada teleskop saat itu, Brahe mencatatnya secara detail. Tidak seperti bulan atau planet, posisi obyek bercahaya tersebut tidak begerak relatif terhadap bintang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa cahaya berada jauh di belakang.

Sesaat peristiwa tersebut menjadi pemandangan yang indah karena berada di tempat yang sama. Sejak peristiwa itu, Brahe berkomitmen untuk mempelajari bintang secara lebih intensif dan memulai tradisi astronomi modern.

Cahaya yang dihasilkan ledakan bintang tersebut memang sudah melewati Bumi jauh ratusan tahun lalu. Namun, debu dan gas yang dihasilkannya masih tercecer di luar angkasa sehingga peristiwa tersebut masih bisa dilacak. Penelitian terbaru juga dilakukan berdasarkan analisis terhadap pantulan gelombang yang masih dapat tercatat saat ini.
Read More >>