Rabu, 12 Oktober 2011

Cara bank Mandiri mengeruk keuntungan yang merugikan konsumen



Mulai hari ini Bank Mandiri mengeluarkan kebijakan baru, yaitu mensyaratkan saldo minimum nasabah pengguna rekening MANDIRI yang dulunya Rp 50.000,- menjadi Rp 100.000,-

Tulisan ini saya buat sebagai salah satu tanggung jawab saya untuk meneruskan kebenaran dan keadilan buat kita semua. Saya tidak mau banyak orang ramai-ramai masuk dalam jurang akibat ulah pihak-pihak yang menggunakan cara licik demi keuntungannya sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Saya mendapatkan informasi ini tadi sekitar 1 jam yang lalu ketika saya sehabis pulang dari bank Mandiri untuk menutup rekening saya yang akhirnya tidak bisa ditutup akibat birokrasi yang diterapkan oleh bank Mandiri yang terkesan berbelit-belit.

saya ke Bank MANDIRI Yogyakarta cabang WISMA PU, dimana saya terdaftar sebagai salah satu nasabah yang membuka rekening Mandiri saya di sana karena peristiwa semalam(Malam senin).

Dimana semalam(1 Mei 2011), saya yang baru dikirim uang untuk pindah kost sebesar Rp 150.000,-. Karena semalam JOgja diguyur hujan hingga jam 22.00 WIB gitu. Mengakibatkan saya baru bisa menarik uang di ATM MAndiri Circle K samping SMA Tiga Maret(GAMA) Gejayan. Ketika itu saya karena sudah diberitahu bahwa uangnya sudah dikirim sehingga saya ke ATM tersebut untuk menarik uang di ATM tersebut. Ketika saya mengecek saldo rekening saya saldo tercatat Rp 193.000,00 sekian(5 digit belakangnya saya lupa). Logikanya jika saldo seperti itu khan masih bisa diambil di ATM Rp 50.000 sebesar Rp 100.000,-. Namun tak disangka, ketika saya ingin menarik uang sebesar Rp 100.000,- yang tertera di layar ATM adalah kata "maaf, saldo anda tidak cukup". Kenapa tidak cukup ?? Khan saldo rekening saya Rp 193.000,- sekian. Ada apa ini ??



Saya mencoba melakukan pengecekan saldo saya kembali. saldo masih tetap. Namun kenapa tidak bisa menarik uang Rp 100.000,- ??? Hal ini saya ulang hingga 3X. Namun sama saja hasilnya dan tulisan yang tertera di layar mesin ATM tetap tidak berubah "maaf, saldo anda tidak mencukupi". Uang sebesar Rp 100.000 mungkin kecil bagi bank Mandiri yang katanya merupakan salah satu bank di Indonesia yang paling besar. Namun bagi saya seorang mahasiswa biasa, itu uang yang sangat besar. Karena uang tersebut akan saya pakai guna memindahkan barang-barang saya ke kost saya yang baru. Karena Kost yang sementara saya tempati habisnya tanggal 1 Mei 2011 dan saya sudah membayar uang kost di kost saya yang baru. Yang mana akan saya tempati mulai hari ini.

Saya dan pembaca pasti heran dan akan merasa lucu, sebuah bank besar di Indonesia hanya untuk memperbanyak surat pemberitahuan terkait kebijakan baru yang cukup memfoto copy selembar kertas sebesar Rp 100,- untuk ditempel di ATM saja tidak mampu. Sedangkan beriklan di TV yang biayanya lebih mahal saja bisa. Kalau begini siapa yang salah ??

URGENT INFO
Sejak kasus2 akibat perekonomian yang semakin tidak stabil di dunia(harga minyak yang semakin mahal, kredit macet, aksi2 yang terjadi di Libya, Mesir, dan negara2 lainnya) mengakibatkan industri finansial juga terkena imbas akibat kondisi dunia semakin tidak pasti. Roda perekonomian semakin tidak terkendali. Sehingga salah satu dampak buruknya, pihak bank di Indonesia membuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga kredit menjadi tinggi. Akibatnya para pencari kreditpun enggan untuk mengajukan kredit kepada bank akibat suku bunga kredit bank yang semakin tinggi. Selain itu bank-bank berusaha mengejar target keuntungan sebesar-besarnya sehingga merugikan konsumennya. Bank bukan membuat kebijakan yang consumen oriented(orientasinya kepada konsumen) namun menjadi money oriented(orientasinya uang). Sehingga berusaha dengan cara licik merugikan konsumen. Salah satunya dengan cara kasus di atas. Menaikkan saldo minimum.

KEMANAKAH SALDO MINIMUM NASABAH BANK MANDIRI ?
Saya sendiri baru menyadari hal ini beberapa hari lalu ketika berdiskusi dengan 2 teman saya yang mengikuti program semacam deposito begitu yang mana pihak bank MANDIRI bekerja sama dengan AXA MANDIRI selaku perusahaan jasa Asuransi di Indonesia. Kami berbincang-bincang 2 hari lalu di warung makan. Saya menanyakan seorang teman mengenai rencananya ingin membeli notebook. Waktu itu dia ingin meminta tolong pada saya untuk meminjamkan uang sebesar Rp 500.000,- guna memperlancar impiannya membeli notebook hasil dari program bank Mandiri yang dia tabung sudah selama 2 tahun yang tiap bulannya dia menyetor Rp 150.000,-.

Ternyata dana mereka yang mengikuti program itu dan juga para nasabah pemilik rekening MANDIRI kemungkinan besar dipakai sebagai modal dalam bentuk kredit kepada para pencari kredit yang kita sudah tahu bunga kredit bank yang sangat tinggi itu. Jadi saya dan nasahab bank Mandiri lainnya yang hanya nasabah biasa saja di bank mandiri yang jelas2 uangnya disimpan di bank MANDIRI dipakai oleh bank BANK MANDIRI sebagai modal kredit. Jadi cuma modal otak saja dan tipu2 sedikit para nasabah akan langsung terhanyut oleh rayuan gombal mereka. Memang uang kita yang dijadikan saldo minimal itu tak seberapa. Namun bayangkan jumlah nasabah bank itu ada berapa banyak ??

sedikit ilustrasi :
saldo minimal yang disyaratkan adalah Rp 50.000,-
jumlah nasabah 20.000.000 (Dua puluh juta orang)
suku bunga Kredit dari bank kepada penerima kredit : 15%/tahun.

Hasilnya adalah :
Rp 50.000,- x 20.000.000 x 15% = Rp 150.000.000.000,-/tahun

Bayangkan dengan adanya kebijakan barunya yang mensyaratkan saldo minimal bulanan sebesar Rp 100.000,-

Berarti setiap tahun nantinya bank Mandiri mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300.000.000.000,- (Tiga ratus milyard rupiah)

Lihat sendiri bagaimana bank mengeruk keuntungan tanpa mengeluarkan biaya apa2 mendapatkan keuntungan dari saldo minimal bulanan nasabah saja sebesar Rp 150.000.000.000/tahun (SERATUS LIMA PULUH MILYAR RUPIAH per TAHUN).

Sedangkan nasabahnya gak dapat apa2.... malah kadang kalau saldonya dibawah Rp 50.000,- masih dipotong dengan alasan biaya apa gitu. Alasannya banyak.

Kembali ke kejadian awal. Karena sudah mendapatkan informasi seperti itu, sayapun mengatakan kepada pihak bank untuk menutup rekening saya di BANK MANDIRI. Ketika saya bilang mau tutup atas dasar kenaikan saldo minimal bulanan itu. Saya kembali dibuat heran. Ternyata nasabah Bank Mandiri yang ingin menutup rekeningnya di Bank MANDIRI dikenai biaya Rp 100.000,-(Seratus ribu rupiah).

Kita buka pake syarat yang berbelit2, mau tutup kita juga yang dirugikan. CUma mau tutup rekening saja dikenai biaya Rp 100.000,-. Padahal khan cuma mau tutup saja. Lagian itu khan hak nasabah.

Jadi bingung, sebenarnya ini bank apa ?? katanya terbesar di Indonesia. Terbesar dalam mengeruk keuntungan dengan cara haram di INDONESIA kali yach......





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8286047

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post